Penggunaan bahan aditif biodegradable dalam film ekstrusi bersama PE/PP menghadirkan tantangan dan manfaat.
Manfaat:
Peningkatan Dampak Lingkungan: Aditif yang dapat terurai secara hayati dapat mempercepat penguraian film ekstrusi bersama PE/PP di lingkungan yang tidak memungkinkan pembuangan atau daur ulang dengan benar. Hal ini membantu mengurangi persistensi sampah plastik di tempat pembuangan sampah atau lingkungan.
Mengurangi Polusi Jangka Panjang: Dengan meningkatkan kemampuan biodegradasi, bahan tambahan ini dapat mengurangi beban lingkungan jangka panjang akibat sampah plastik. Secara khusus, mereka dapat membantu mengatasi permasalahan sampah plastik yang terakumulasi di ekosistem alami, seperti lautan dan hutan.
Dukungan untuk Pengemasan Berkelanjutan: Ketika konsumen dan dunia usaha semakin menuntut solusi pengemasan yang lebih berkelanjutan, bahan tambahan yang dapat terbiodegradasi memberikan jalan bagi produsen untuk membuat produk mereka lebih ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan tujuan tanggung jawab sosial perusahaan dan menanggapi meningkatnya tekanan peraturan terhadap kemasan ramah lingkungan.
Potensi Daur Ulang yang Lebih Baik: Beberapa bahan aditif yang dapat terurai secara hayati dapat meningkatkan proses penguraian film PE/PP selama daur ulang, sehingga berpotensi memudahkan pemisahan bahan dan mengurangi kontaminasi dalam aliran daur ulang.
Peningkatan Citra Merek: Penggunaan bahan aditif yang dapat terbiodegradasi dalam kemasan dapat membantu perusahaan menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan, menarik konsumen yang sadar lingkungan, dan meningkatkan reputasi merek.
Tantangan:
Biaya Bahan Aditif: Bahan tambahan yang dapat terbiodegradasi bisa lebih mahal dibandingkan bahan penstabil atau bahan tambahan plastik tradisional. Hal ini dapat menyebabkan biaya produksi yang lebih tinggi bagi produsen, yang dapat menjadi hambatan dalam penerapannya secara luas, terutama di pasar yang sensitif terhadap harga.
Tingkat Biodegradasi yang Tidak Dapat Diprediksi: Tingkat biodegradasi dari Film ekstrusi bersama PE/PP dengan bahan tambahan mungkin bergantung pada berbagai faktor lingkungan (misalnya suhu, kelembapan, kadar oksigen). Dalam kondisi tertentu, kerusakan mungkin tidak terjadi seperti yang diharapkan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan degradasi yang tidak sempurna atau dekomposisi yang lambat, yang masih dapat menyebabkan timbulnya sampah sembarangan.
Kompatibilitas Terbatas dengan Sistem Daur Ulang: Meskipun bahan aditif yang dapat terbiodegradasi dirancang untuk membantu penguraian, bahan tersebut mungkin tidak sepenuhnya kompatibel dengan sistem daur ulang plastik tradisional. Hal ini dapat mengakibatkan kontaminasi pada aliran daur ulang, sehingga mengurangi efisiensi proses daur ulang. Selain itu, kemampuan biodegradasi film dapat mengganggu kualitas PE/PP daur ulang, sehingga kurang cocok untuk diproses ulang.
Dampak Bahan Aditif terhadap Lingkungan: Beberapa bahan tambahan yang dapat terbiodegradasi mungkin masih menimbulkan masalah lingkungan jika terurai menjadi produk sampingan yang berbahaya. Proses penguraian harus dikelola secara hati-hati untuk memastikan tidak ada zat beracun yang terlepas ke lingkungan, khususnya di lingkungan laut.
Ketidakpastian Peraturan dan Standar: Penggunaan bahan aditif yang dapat terbiodegradasi tunduk pada peraturan yang berbeda-beda di berbagai wilayah. Standar untuk plastik dan kemasan yang dapat terurai secara hayati masih terus berkembang, dan produsen mungkin menghadapi tantangan dalam memenuhi berbagai persyaratan hukum atau memberikan bukti yang cukup mengenai manfaat bahan tambahan yang dapat terbiodegradasi bagi lingkungan.
Kompromi Kinerja: Beberapa aditif biodegradable dapat mempengaruhi sifat mekanik film, seperti kekuatan, daya tahan, dan kinerja penghalang. Produsen perlu menyeimbangkan kemampuan biodegradasi dengan mempertahankan sifat fungsional film, terutama dalam aplikasi penting seperti pengemasan makanan atau pasokan medis.
Kebingungan Konsumen: Istilah "biodegradable" dapat menyesatkan konsumen, karena dapat diartikan bahwa film tersebut akan terurai dengan cepat di semua lingkungan, yang mungkin tidak selalu terjadi. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan dan potensi ketidakpuasan jika produk tidak berfungsi sesuai harapan dalam kondisi dunia nyata.